Mahasiswa Ilmu Falak UIN Walisongo Gagas BUMH, Jualan Takjil di Bulan Ramadan 2025

·

·

Semarang – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Falak Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menunjukkan semangat kewirausahaan yang tinggi dengan menggelar kegiatan penjualan takjil selama bulan Ramadan 1446 Hijriah atau tahun 2025. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan dari departemen ekonomi kreatif, yang diwujudkan melalui Badan Usaha Milik Himpunan (BUMH).
Kegiatan yang berlangsung di depan Kampus 3 UIN Walisongo ini, menjadi pusat perhatian mahasiswa dan masyarakat sekitar. Berbagai jenis takjil, mulai dari es lumut, roti lumer coklat, hingga aneka gorengan, dijajakan oleh para mahasiswa dengan penuh semangat.
Ketua HMJ Ilmu Falak UIN Walisongo, [Heim Muhammad], menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa Ilmu Falak. “Kami ingin membuktikan bahwa lulusan Ilmu Falak tidak hanya ahli di bidang astronomi, tetapi juga memiliki potensi untuk sukses dalam dunia bisnis,” ujarnya.
Lebih lanjut, [Heim Muhammad] menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk belajar mengelola usaha, mulai dari perencanaan, produksi, hingga pemasaran. “Kami berharap, pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa Ilmu Falak dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif,” tambahnya.
Kegiatan penjualan takjil ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa dan masyarakat sekitar. “Takjil yang dijual enak dan harganya terjangkau. Selain itu, kami juga senang bisa mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh mahasiswa,” ujar salah satu pembeli, [Faiz Farrukh].

Selain bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa. Suasana keakraban dan kebersamaan terlihat jelas di lokasi penjualan takjil.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk mengembangkan potensi diri di berbagai bidang, termasuk kewirausahaan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan yang kompeten di bidang akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *