Terjadi Rashdul Kiblat, Segera Cek Arah Kiblat mu

0
218

Hari Ini, Rabu tanggal 27 Mei Matahari akan berposisi tepat berada di atas Kabah di Mekah . Fenomena tahunan ini disebut Rashdul Kiblat Tahunan (رصد القبلة سنويا). Posisi Matahari tepat berada di atas Ka’bah disebabkan lintang Ka’bah sama dengan deklinasi Matahari, pada saat itu Matahari berkulminasi tepat di atas Ka’bah. Dengan demikian arah jatuhnya bayangan benda yang terkena cahaya matahari itu adalah arah kiblat.
Waktu tersebut merupakan waktu yang tepat bagi kita semua untuk memverifikasi arah kiblat yg merupakan salah satu syarat sah dalam mendirikan salat setiap harinya. Metode ini dinilai sangat akurat baik dalam rangka cek ulang arah kiblat atau pun untuk menentukan arah kiblat mushola, masjid, dan maqbaroh (kuburan). Tentu hal ini menjadi hal yang patut diperhatikan demi tercapainya kesempurnaan ibadah, selain itu juga telah ditegaskan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 150 tentang kewajiban menghadap Kiblat khususnya dalam menjalankan ibadah shalat 5 waktu dan ibadah sunnah yg lainnya.
“فول وجهك شطر المسجد الحرام..الاية”
Diinformasikan oleh BMKG, besok dan lusa tepat pukul 16.18 WIB Posisi Matahari tepat di atas Ka’bah.
Saat itu, adalah momen yang tepat menetapkan kiblat. Caranya Anda tinggal meletakkan benda berbentuk batang secara tegak lurus lalu tandai arah bayangan yang dihasilkan menggunakan benang atau spidol, Arah kiblat yang benar adalah arah yg ditunjukkan dari ujung bayangan menuju batang. Demikian ditulis BMKG di akun instagramnya.


Para astronom  mengatakan bahwa fenomena alam itu menjadi waktu terbaik untuk meluruskan arah salat atau kiblat.
Fenomena matahari di atas kabah itu terjadi dua kali dalam setahun. Waktunya sendiri pada 27 dan 28 Mei, dan 15 dan 16 Juli. Namun, pelaksanaan cek arah kiblat dan verifikasinya harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah (Kementerian Kesehatan). Penerapan sosial distancing dalam kegiatan cek arah kiblat pada tanggal 27 Mei 2020 pukul 16.18 WIB merupakan sebuah keniscayaan. Tidak perlu dalam suatu dusun, kota dsb seluruh jama’ah masjid semuanya terlibat dalam kegiatan ini, cukup tim kecil yang dipercaya mampu untuk melaksanakannya. Hal ini tentunya bertujuan untuk menghindari kerumunan masa yang berpotensi besar untuk terjadinya penularan penyebaran Covid-19. Maka  jaga kesehatan dengan cara menggunakan masker dan jaga jarak minimal 1 meter. (Muhammad Nurkhanif)
والله اعلم بالصواب.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here