9 Alumni Prodi Ilmu Falak Lolos Seleksi Calon Hakim

0
318

Semarang (UIN Walisongo).

Prestasi luar biasa ditorehkan oleh para alumni Program Studi S1 Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang. Beberapa waktu lalu, terdapat sekitar 10 alumni yang selain lolos sebagai CPNS Dosen dan beberapa lainya lolos sebagai CPNS Guru di lingkungan Kementerian Agama. Sebelumnya, tepatnya pada tahun 2017, 9 alumni lolos untuk menempati formasi Calon Hakim (Cakim) Peradilan Agama di lingkungan Mahkamah Agung RI (MA-RI).

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2017 MA-RI membuka secara besar-besaran formasi CPNS untuk jabatan calon hakim di tiga lingkungan peradilan, yaitu Peradilan Umum (PN), Peradilan Agama (PA) serta Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk formasi umum, cumlaude dan formasi khusus Papua dan Papua Barat.

Untuk Peradilan Agama, kuota yang disediakan saat itu adalah, 543 kursi untuk formasi umum, 62 kursi untuk cumlaude dan 11 kursi untuk formasi khusus Papua dan Papua Barat. Klasifikasi yang dibutuhkan adalah lulusan yang memiliki gelar untuk Sarjana Syari’ah (S.Sy.), Sarjana Hukum Islam (S.H.I) dan Sarjana Hukum (S.H.) yang menguasai hukum Islam.

Ketua Prodi Ilmu Falak S1 Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo, Drs. H. Maksun, M.Ag., mengatakan bahwa ada 9 alumni Prodi Ilmu Falak yang lolos sebagai Cakim Peradilan Agama.

“9 alumni Prodi Ilmu Falak yang lolos sebagai Cakim semuanya merupakan santri-santri terpilih yang berkesempatan menempuh studi S1 Ilmu Falak melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB),” terang Pak Maksun yang juga merupakan Ketua Pengelola PBSB di kantornya, Senin (04/01).

“Ini menjadi salah satu indikasi dan bukti bahwa alumni Prodi Ilmu Falak sangat kompetitif, meskipun secara spesifik disiplin ilmu mereka adalah ilmu falak, namun kurikulum yang diajarkan di bangku kuliah tidak saja berupa mata kuliah kefalakan tetapi juga mata kuliah yang terkait dengan hukum formil dan materiil, mereka juga dibekali praktikum peradilan”, demikian lanjut Pak Maksun.

Maksun berharap, alumni Prodi Ilmu Falak selalu mengamalkan ilmunya bagi kepentingan kemanusiaan, khususnya bakti mereka di dunia hukum dan peradilan.

“Meskipun mereka kini telah menjadi calon hakim dan sedang menjalani diklat serta magang, namun jiwa santri harus tetap melekat. Sehingga nantinya bisa menjadi hakim-hakim yang memiliki integritas moral yang tinggi dan tetap komitmen pada nilai-nilai kesantrian”, ujar Maksun.

Maksun mengucapkan selamat mengemban amanah di tempat tugas masing-masing. Semoga ilmu yang didapat di perguruan tinggi dan juga pesantren dapat mewarnai sepak terjang mereka di dunia peradilan.

Berikut 9 alumni Prodi Ilmu Falak S1 Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo yang diterima sebagai Cakim Peradilan Agama:

  1. Chusnul Huda, S.H.I., Calon Hakim PA Nanga Pinoh, Provinsi Kalimantan Barat;
  2. Ahmad Ma’ruf Maghfur, S.H.I., Calon Hakim PA Dataran Hunimoa, Provinsi Maluku;
  3. Hesti Yozefta Ardi, S.H.I., Calon Hakim PA Kepahiang, Provinsi Bengkulu;
  4. Ahmad Zubaidi, S.H.I., Calon Hakim PA Suwawa, Provinsi Gorontalo;
  5. Tri Hasan Bashori, S.H.I., Calon Hakim PA Masamba, Provinsi Sulawesi Selatan;
  6. Hafidzul Aetam, S.H.I., Calon Hakim PA Giri Menang, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  7. Fidia Nurul Maulidah, S.H.I., Calon Hakim PA Ampana, Provinsi Sulawesi Tengah;
  8. Ja’far Shodiq, S.H.I., Calon Hakim PA Tanjung Redeb, Provinsi Kalimantan Timur;

Nurul I’anatul Fajriyah, S.H.I., Calon Hakim PA Tondano, Provinsi Sulawesi Utara. (Oby)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here